Zerotv.id – Lhokseumawe – Ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) untuk pertama kalinya dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe. Pengiriman perdana ini dilakukan pada Selasa (12/11) ke negara Asia Selatan, yakni India.

Krueng Geukuh Lhoksemawe adalah Pelabuhan ke dua yang melakukan Ekspor CPO, Sebelumnya, Kamis (17/10/2019) satu bulan lalu, Pelabuhan Calang Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, juga melakukan Ekspor CPO menuju India dengan menggunakan Kapal Mekong Trans Berbendera Vietnam yang dilepas Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Minyak kelapa sawit sebanyak 5.442 metrik ton itu dikirim ke Pelabuhan Kandla, India dengan Kapal MT Regulus; sebuah kapal tanker berbendera Palau, dengan panjang 134 meter dan berkapasitas 8270 GT.

Ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe.
Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe Ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO)

Ekspor langsung dari Pelabuhan Krueng Geukueh ini bisa diwujudkan setelah sehari sebelumnya, Senin (11/11), dilakukan persemian Bulking Terminal Facility Pusat Logistik Berikat PT Aceh Makmur Bersama yang berlokasi di area pelabuhan.

Peresmian dilakukan Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Mahyuzar, yang hadir mewakili Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Selain Mahyuzar juga hadir Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Kakanwil Bea Cukai Aceh Safuadi, Direktur Utama PT AMB Petrus Budianto, dan General Manager Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe, Budi Azmi.

Plt GUBERNUR ACEH RESMIKAN EKSPOR CPO PERDANA KE INDIA https://zerotv.id/2019/10/18/plt-gubernur-aceh-resmikan-ekspor-cpo-perdana-ke-india/

Bulking Terminal Facility Pusat Logistik Berikat PT Aceh Makmur Bersama yang terletak di dalam kompleks Pelabuhan Krueng Geukueh itu memiliki berbagai fasilitas penunjang ekspor CPO, di antaranya tangki timbun utama yang berkapasitas 9500 metrik ton, timbangan muatan, laboratorium, hingga pompa dan pipa yang mampu mengalirkan hingga 300 ton CPO per jam.

Pengiriman perdana CPO Oleh Staf Ahli Gubernur Aceh
Pengiriman perdana CPO Oleh Mahyuzar Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Selasa (12/11)

Nova Iriansyah melalui testimoninya yang diputar pada acara tersebut mengutarakan bahwa dirinya menyambut gembira peresmian Bulking Terminal Facility Pusat Logistik Berikat PT Aceh Makmur Bersama di Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe.

Nova berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat meningkatkan laju perekonomian Aceh.

“Pemerintah Aceh sangat menghargai usaha PT AMB dalam upaya kita membangun jaringan perdagangan semakin mandiri untuk meningkatkan nilai jual komoditas Aceh, khususnya CPO,” tutur Nova.

Sementara Dirut PT AMB Petrus Budianto mengatakan, kehadiran Bulking Terminal Facility menunjukkan tekad perusahaan tersebut untuk terus memajukan perekonomian Aceh, khususnya melalui industri kelapa sawit yang merupakan produk unggulan dalam negeri dan mampu bersaing di pasar internasional.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak adalah kunci utama agar kelangsungan kegiatan ekspor CPO berlangsung lancar, aman, dan berkelanjutan.

Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe juga sudah melakukan kegiatan bongkar muat kontainer sejak tahun ini, sehingga ditambah adanya ekspor CPO ini maka Pelabuhan Lhokseumawe telah melakukan pertambahan-pertambahan pendapatan dalam mendukung pencapaian target perusahaan,”tambahnya. ( Redaksi )