Zerotv.id – Aceh Jaya – Pemerintah aceh sedang gencar-gencarnya melakukan aksi pencegahan stunting di sejumlah kabupaten kota se Aceh. berbagai upaya lintas sektorpun dilakukan untuk menekan tingginya angka kasus stunting di Aceh, yang kini mencapai 51.496 anak balita di Aceh menderita stunting.

Dinas peternakan Aceh bekerja sama dengan dinas kesehatan Kabupaten Aceh Jaya, mengelar sosialisasi pangan hewani pada daerah rawan pangan, yaitu di desa babah dua Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Kegiatan sosialisasi yang bertakjuk “ melalui konsumsi protein hewani kita cegah stunting sejak dini”  yang digelar di meunasah machdumsyah desa setempat itu, di ikuti ratusan para ibu dan anak-anak balita.

Para peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana untuk dapat mencegah stunting sejak dini, seperti memberikan pengetahuan tatacara konsumsi asupan gizi yang baik pada tumbuh kembang anak yang dimulai sejak dari dalam kandungan, sampai dengan 1000 hari pertama kehidupan. 

Berdasarkan data dari dinas kesehatan Aceh, sebanyak 51.496 anak-anak di Aceh menderita stunting, data tertinggi terdapat di Kabupaten Aceh Timur, yang angkanya mencapai 8.583 anak-anak balita di daerah itu menderita stunting.

Sedangkan di Kabupaten Aceh Jaya sendiri, dinas kesehatan setempat mencatat angka stunting di daerah itu pada tahun 2019 mencapai 632 kasus. Angka tersebut dinilai masi tergolong sangaat tinggi. Sehingga kegiatan sosialisai seperti ini penting dilaksanakn untuk menekan angka kasus stunting di Aceh Jaya. 

Kegiatan sosialiasai pangan hewani pada daerah rawan pangan yang digelar oleh dinas peternakan Aceh ini merupakan implementasi terkait Peraturan Gubernur Nomor 14 tahun 2019 tentang pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi di Aceh. 

Dimana di dalam Pergub tersebut menggalang komitmen seluruh pihak untuk mengakomodir kebutuhan pelayanan bagi setiap anak di daerah Aceh, agar terbebas dari stunting.

Seperti diketahui sebagian besar penyebab stunting bagi anak di karnakan kurangnya pengetahuan dan perhatian bagi tumbuh kembang anak, terutama pada asupan gizi semasa ibu sedang hamil. Hal ini mengakibatkan tubuh si anak menjadi pendek dan daya tahannya  tubunya tidak terlalu kuat.

Sehingga faktor ini akan sangat mempengaruhi perkembangan fisik dan kemampuan sang anak saat usianya dewasa. (Pen)