Zerotv.id – Banda Aceh – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengajak semua pihak terlibat aktif untuk menanggulangi kemiskinan di Aceh. “Dengan gerakan bersama kemiskinan di Aceh akan cepat terurai,” kata Dyah dalam Rapat Koordinasi TKP2K Aceh dan Kabupaten/Kota di Aula Bappeda Aceh, Rabu 4/12.

PKK sendiri, kata Dyah, punya Pokja yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi keluarga. Peningkatan ekonomi keluarga sangat erat kaitannya dengan  pengurangan kemiskinan. Dyah juga akan mengimbau seluruh kader PKK di seluruh Aceh untuk meningkatkan sinergitas bersama seluruh elemen pemerintahan sehingga program-program kerja yang dilakukan bisa sejalan dengan pemerintah.

Bappeda Aceh diminta untuk memberikan data kemiskinan, sehingga PKK bisa menghimpun seluruh jajarannya agar bergerak beriringan. Selama ini, program kerja PKK seperti pengentasan stunting juga berjalan baik. Stunting sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Dengan memberantas kemiskinan, hampir dipastikan angka stunting juga akan menurun.

Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Peraturan Gubernur yang mengamanatkan pembentukan romoh gizi gampong di seluruh desa di Aceh. Saat ini, lewat tangan PKK, sebanyak 20 dari 23 kabupaten telah dideklarasikan pendirian rumoh gizi. Dyah berharap di tahun 2020 mendatang, pencegahan dan penanganan stunting ini bisa dilakukan mandiri dengan dana desa.

“Pemkab tolong buat payung hukum sehingga gampong tidak menyalahi aturan dalam penganggaran dana desa untuk operasional rumoh gizi,” kata Dyah.

Senada dengan Dyah, Sekretaris Forum Bersama (Forbes) DPR/DPD RI, Illiza Saaduddin Jamal, mengatakan keberhasilan program pengentasan kemiskinan di Aceh sangat ditentukan banyak pihak. Karenanya, gerakan bersama harus dilakukan sehingga kemiskinan di Aceh bisa diturunkan. [Red]