Zerotv.id – Kota Binjai – Kepolisian Resor (Polres) Binjai, Sumatera Utara,  memusnahkan barang bukti 4.845 gram sabu dan 24.504 butir pil ekstasi di halaman apel markas kepolisian setempat, Kamis (5/12) pagi.

Seluruh barang bukti narkotika yang dimusnahkan itu merupakan hasil pengungkapan kasus penyelundupan narkotika dengan modus pengiriman paket memanfaatkan jasa bus khusus angkutan barang lintas provinsi pada 23 Agustus 2019 lalu.

Pemusnahan narkotika senilai Rp 10 miliar tersebut dilakukan Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, bersama seluruh unsur forkopimda Kota Binjai, dengan cara diurai dan dilarutkan dalam air panas, setelah sebelumnya melewati tahap uji laboratorium.

Turut hadir, Wakil Ketua I DPRD Kota Binjai, Ahmad Azrai Azis, Asisten Administrasi Umum Sekdako Binjai, Meidi Yusri, Wasidik Ditnarkoba Polda Sumatera Utara, AKBP Rinaldo, Kasi Pidum Kejari Binjai, Fahmi Jalil, Kasi Berantas BNNK Binjai, AKP Bambang Sulistio, Ketua Pengadilan Agama.Binjai, HM Bainon, Pasandi Kodim 0203/Langkat, Lettu Inf Sudargo, Ketua FKUB Kota Binjai, HM Nasir, Sekretaris DP MUI Kota Binjai, Japar Sidik, Walikota LIRA Binjai, Eddy Aswari, Staf Labfor Polda Sumatera Utara, Ipda Hafiz, dan para kapolsek se-jajaran Polres Binjai.

“Lewat pemusnahan barang bukti narkotika ini, setidaknya kita mampu menyelamatkan 10 ribu generasi muda Kota Binjai,” ungkap Kapolres, didampingi Kasat Resnarkoba, AKP M Yunus Tarigan, dan Kasubbag Humas, Iptu Siswanto Ginting.

Dijelaskan Kapolres, pemusnahan barang bukti narkotika dilakukan dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor: 2/2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor: 35/2009 tentang narkotika, Laporan Polisi Nomor: 499/VIII/2019/RESBA tanggal 24 Agustus 2019, Penetapan Penyitaan dari Pengadilan Negeri Binjai Nomor: 257/PEN.PID/2019/PN.BINJAI, dan Surat Izin Pemusnahan Barang Bukti dari Pengadilan Negeri Binjai Nomor: W2.U3.HK.01-2604/IX/2019.

Dalam hal ini, katanya, upaya tersebut dilakukan demi mencegah barang bukti narkotika tersebut kembali diedarkan ataupun disalahgunakan oleh oknum aparatur penegak hukum.

“Barang bukti yang kita amankan sebenarnya terdiri dari 5 kilogram sabu dan 24.725 butir pil ekstasi. Namun dari jumlah itu hanya 4.845 gram sabu dan 24.504 butir pil ekstasi yang kita musnahkan,” terang mantan Danyon A Satbrimobdasu Binjai tersebut.

Sementara barang bukti 155 gram sabu dan 221 butir pil ekstasi sisanya, menurut Kapolres, sebagian dijadikan bahan uji laboratorium oleh Tim Labfor Polda Sumatera Utara, dan sebagian lagi disimpan untuk dihadirkan sebagai barang bukti di persidangan.

Lebih jauh Kapolres mengungkapkan, seluruh barang bukti narkotika yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus penyelundupan narkotika oleh Tim Opsnal Unit III Satresnarkoba Polres Binjai, yang diduga dikirim dari Kota Dumai, Riau, untuk diedarkan di Kota Binjai.

Dalam operasi dipimpin Kanit III Satresnarkoba Polres Binjai, Ipda Rifaldy Arsyad, petugas menemukan sebuah kardus berisi lima bungkusan besar sabu seberat 5 kilogram, dan 5 bungkusan besar berisi 24.725 butir pil ekstasi dari loket bus khusus angkutan barang lintas provinsi CV Bintang Utara.

Sayang keberadaan penerima paket gagal teridentifikasi. Pasalnya alamat penerima yang tercantum pada paket diketahui palsu. Bahkan nomor seluler penerima paket juga tidak aktif. Alhasil petugas pun tidak berhasil menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus kejahatan itu.

“Meskipun sampai saat ini keberadaan tersangka belum teridentifikasi, namun saya tetap mengapresiasi kinerja Satresnarkoba Polres Binjai atas pengungkapan kasus ini. Sebab dengan jumlah barang bukti sebanyak itu, saya kira Polres Binjai sudah membuat sejarah,” ujar Kapolres.

Secara khusus dia pun menegaskan komitmen Polres Binjai untuk memperkuat sinergitas dan kerjasama dengan Pemerintah Koya Binjai, BNNK Binjai, Kejari Binjai, Kodim 0203/Langkat, dan masyarakat, dalam upaya menekan angka pecandu dan memutus jaringan peredaran narkotika di Kota Binjai.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan pengungkapan 95 kasus kejahatan narkotika sepanjang Agustus hingga November 2019. Dimana jumlah itu, Polres Binjai mengamankan 101 orang tersangka, berikut barang bukti 669,35 gram ganja, 5.114,58 gram sabu, dan 24.798 butir pil ekstasi.

“Untuk lebih mengoptimalkan upaya pencegahan, serta menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Binjai, kita juga sudah menempatkan satgas pemberantasan narkotika hingga ke tingkat lingkungan,” jelas Kapolres. (Ganda)