Zerotv. Id – Aceh Besar – Polemik Wacana pelebaran kota Banda Aceh ke Aceh besar yang disampaikan Walikota Banda Aceh Aminullah Usman kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam Rapat Kerja Bupati/Wali Kota se-Aceh (5/12/2019) terus mendapat reaksi dari sejumlah masyarakat di kabupaten Aceh Besar .

Sejumlah tokoh pemuda Aceh Besar dengan tegas menyatakan penolakan terhadap wacana tersebut. “Kami minta kepada walikota Banda Aceh untuk segera mencabut wacana tersebut, kenapa harus wilayah banda Aceh yang di perbesar, lebih baik ibu kota Propinsi aja yg dipindahkan ke kabupaten Aceh Besar,ujar Muammar”.

Menurut Muammar, salah seorang tokoh pemuda Aceh Besar, ibu kota Negara aja bisa dipindahkan, apa lagi hanya sebuah ibu kota  Propinsi. Jadi wacana Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, untuk perluasan wilayah ibu kota propinsi, hanya alasan untuk memberbesar wilayah pemerintahan yang dipimpinnya, tegas Ammar”, ketika mengunjungi redaksi zerotv.id, Senin (9/12) di kawasan Lambaro Aceh Besar.

Menanggapi wacana tersebut, pengusaha muda Aceh Besar itu, sangat mendukung, ucapan Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, yang dilangsir di sejumlah media massa, yang mengajak Kota Banda Aceh untuk bergabung ke Aceh Besar. “Usulan bupati Aceh Besar sangat rasional dan menguntungkan ke dua pihak. Setelah bergabung baru kita sepakati nama, Kota Aceh Besar atau Kuta Raja,” kata Muammar, mengutip pernyataan Bupati Aceh Besar, berapa hari lalu.

Perluasan wilayah ibu kota Propinsi, harusnya wacana tersebut, sewajarnya diucapkan oleh se orang Gubernur, selaku kepala Pemerintahan di Propinsi. Bukan dari mulut seorang Wali kota, tegas Ammar”.

Pernyataan dan himbauan tersebut, menghindari Agar tidak terjadi polemik di masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Besar, tutup Muammar”. ( Redaksi )