Zerotv.id – Pidie –  Tiga Desa di Kemukiman Lutueng yang mendapat SK pengelolaan Hutan Desa dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai dengan undang undang Nomor41 tahun Tahun 1999 tentang Kehutanan dan surat hak pengelolaan hutan desa yang dikeluarkan oleh Gubenur Aceh Tahun 2016 dengan luas 7.939 Hektar pada tahun 2015 sukses menjalanan pogram dan menjadi pengelolaan Hutan Desa pertama di Aceh. Senin (12/09/2019).

Imum Mukim Lutueng, Kecamatan Mene Kabupaten Pidie, Sulaiman SE atau lebih dikenal akrab disapa Mukim Mane merupakan salah seorang tokoh adat di Mane Kabupaten Pidie yang berperan aktif dalam dunia konservasi. Merlindungan kawasan hutan dan satwa menjadi salah satu tujuan utamanya sehingga dirinya menjadi pendorong masyarakat dalam mewujudkan perhutanan sosial yaitu Hutan Desa di Pemukiman Lutueng.

Sulaiman menjelaskan proses pengajuan pengelolaan hutan desa dilakukannya semenjak Tahun 2013 dan baru disetujuai Tahun 2015 dengan luas kawasan luas 7.939 Hektar. hal ini dilakukannya atas pengalamannya mengunjungi beberapa daerah yang telah menjalankan pengelolaan hutan Desa seperti di Nagari Sumatera Barat.

Setelah semua konsep pengelaolaan Hutan Desa ai pelajari barulah dirinya duduk dengan beberapa perangkat Desa termasuk dengan Camat Mane Teuku Azhari S PT, MM untuk mendorong wilayah mukim lutueng yang luasnya Kawasan Hutan 70% dari wilayah Mane untuk dikelola oleh desa demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di kemukiman Lutueng secara lestari dan berkelanjutan tanpa merusak.

Kerja kerasnya tak sia-sia, pada Tahun 2015 tiga Desa dari empat Desa di Kemukiman Lutueng mendapat SK Hutan Desa dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai dengan undang undang Nomor 41 tahun Tahun 1999 tentang Kehutanan berdasarkan surat hak pengelolaan hutan desa yang dikeluarkan oleh Gubenur Aceh Tahun 2016 dengan luas 7.939 Hektar dan ini menjadi pengelolaan Hutan Desa pertama di Aceh.

“Dengan adanya Hutan Desa, hutan dengan status Lindung di kemukiman Luteung bisa dikelola oleh Desa untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di kemukiman Lutueng secara lestari dan berkelanjutan tanpa merusaknya”  https://zerotv.id/2019/12/13/larangan-menebang-pohon-meracun-ikan-di-mane-diatur-dalam-qanun-mukim/

Dalam menjaga kawasan Hutan di Kawasan  Kemukiman Lutueng tak terlepas juga dari kinerja Pawang Glee (Pawang Hutan), Pawang Krueng (Pawang Sungai) dan Peutua Padang Meurabe serta Kejrun Chik yang memiliki tugas masing-masing dalam menjaga kawasan hutan sesuai dengan aturan adat yang telah di atur dalam Qanun Mukim Lutueng No 1  Tahun 2012 Tentang aturan Adat Mukim.

Bersama itu dalam menjaga kawasan Hutan Desa, tak lepas juga dari kegiatan para ranger yang melakukan kegiatan patroli secara rutin 12 hari setiap bulan dalam kawasan Hutan Desa, beberapa pogram yang dicanangkan bersama LPHD dalam pengeloaan hutan dengan menggunakan dana desa berjalan dengan sukses.

Pengelolaan kawasan hutan di wilayahnya mukim lutueng dengan menerapkan aturan adat qanun Mukim berjalan dengan baik, seperti larangan menebang pohon di kawasan sumber air dan pada kemiringan tanah 40 Derajat serta konsep tebang satu pohon wajib menanam 10 Pohon pengganti serta larangan mengambil ikan di sungai dengan menggunakan bahan kimia dan menggunakan kontak arus listrik. (Tompi)