Zerotv.id- Aceh Pidie – Hutan bagi masyarakat di Kecamantan Mane, Kabupaten Pidie telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam mencari nafkah atau rezeki untuk keluarga. Keinginan kami hutan bisa dijaga masyarakat bisa sejahtera. Dimana didalamnya mengatur semua aturan sehingga masyarakat bisa memanfaatkan hasil hutan dengan tata cara pengelolaan secara bijaksana tanpa merusaknya.

Demikian ujar Mukim Lutueng, Kecamatan Mane Sulaiman SE saat ditanya tentang aturan adat memotong kayu dalam kawasan Hutan Desa yang mendapat SK dari kementrian Lingkungan Hidup dan lingkungan (KLHK) pada tahun 2015 yang lalu.

Dalam qanun Mukim Lutueng Kecamatan Mane, Pidie Nomor 1 Tahun 2012 Tentang aturan adat melarang keras memotong kayu yang terdapat sumber air dengan radius 200 Meter, jiapun dilanggar akan dikenakan sanksi adat dengan menyita alat dan membayar denda sesai dengan taksiran harga kayu yang dipotong.

Selain itu di Mukim Lutueng pelarangan mengambil ikan di sepanjang sungai dengan menggunakan bahan kimia seperti racun dan menggunakan arus listrik sangat efektif menjaga ekosistem sungai yang berkelanjutan dan aturan adat ini berjalan semenjak di sahkannya qanun aturan adat Mukim Lutueng pada 2012, jika ada pelanggaran dalam aturan adat menyita seluruh adat dan wajib membayar denda sebesar 5 Juta Rupiah.

Burhan (40) warga Dusun Pante Luwah Desa Mane, Kemukiman Lutueng Kecamatan Mane yang kesehariannya mencari ikan di sungai saat dijumpain di Krueng Pante Luwah mengungkapkan, dulu orang bisa mengambil ikan dengan cara meracun dan mengkontak menggunakan arus listrik di sungai dalam kawasan mukim Lutueng, Kecamatan Mane. Ia mengakui, hal tersebut sangat merugikan bagi masyarakat sepertinya yang hanya mengandalkan jala seperti ini, karena bibit ikan mati akibat racun dan arus listri di sungai.    https://zerotv.id/2019/12/13/kemukiman-lutueng-sukses-olah-hutan-desa/

“Selama berlakunya aturan adat qanun mukim Lutueng Kecamatan Mane tentang larangan mengambil ikan di sungai menggunakan racun dan arus listrik, ikan di daerah ini mulai ada, dan hal tersebut saya buktikan setiap saya ke sungai untuk menjala ikan saya selalu bawa pulang ikan”, ujarnya.

Burhan telah melakoni pekerjaannya mencari ikan di sungai selama 20 Tahun lebih, ia mencari ikan di sungai Mane semenjak ai duduk di bangku Sekolah Dasar, “Selama diterapnya qanun mukim rezeki saya betambah karena ikan di sungai mudah saya dapatkan”.

Burhan berharap, kedepan aturan adat qanun mukim yang telah disahkan berjalan seperti hari ini agar masyakat seperti saya yang menaruh harapan disungai bisa menafkahkan keluarganya dan seperti kita ketahui sungai merupakan penyedia sumber air bagi kehidupan kita semua. (Tompi)