Zerotv.id- Kota Langsa – Ganti rugi lahan Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, seluas 15 hektar, yang dibeli oleh Pemko Langsa pada tahun 2013 sejumlah 7 miliar lebih dinilai tidak wajar, hal tersebut menuai kritikan dari sejumlah lsm di kota langsa.

Beginilah kondisi lahan seluas 15 hektar milik pemko langsa, yang rencananya akan dibangun perumahan nelayan. Lahan tersebut dibeli pemko langsa atas Surat Perintah pembayaran, dari Kanwil Bpn Aceh kepada Gubernur Aceh, pada tanggal 10 Desember 2013 yang lalu. Lahan yang dibeli dari Sofyanto dan Yuslizar seharga 7 miliar lebih ini dinilai tidak wajar.

Pasalnya harga tersebut berbanding terbalik dengan harga tanah per hektar saai ini di gampong tersebut. Direktur lsm gadjah puteh/ sayed zahirsyah, mengatakan, ada dugaan upaya penggelembungan harga beli tanah yang dilakukan pemko langsa saat itu.  Hal ini terlihat setelah pihaknya menemukan sejumlah fakta baru terkait proses ganti rugi lahan yang nilainya cukup fantastis.

Menurut Sayed, lahan yang rencananya akan dibangun perumahan nelayan itu dinilai tidak layak untuk dibangun sebuah perumahan. Oleh sebab itu, pihaknya dan beberapa lsm lain akan melaporkan hasil temuan ini ke penegak hukum, dan meminta penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. (Said)