Zerotv.id – Aceh Besar – Para petani di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi

Salah satunya di Kabupaten Aceh Besar, memasuki musim tanam, para petani mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, padahal padi yang baru mereka tanam harus diberi pupuk, agar padi padi tersebut bisa tumbuh subur sesuai dengan harapan mereka.

Hampir sebulan terkahir pupuk subsidi sangat susah diperoleh ditempat penyaluran.  Distributor penyalur dan tempat pengecer kehabisan stok pupuk bersubsidi akibat pasokan yang berkurang.

Kendati demikian, petani di kawasan ini tetap harus turun ke sawah untuk memaksimalkan musim tanam, namun bedanya kali ini mereka harus menambahkan modal usaha yang lebih besar, karna harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang sangat tinggi.

Kelangkaan pupuk bersubsidi ini sudah terjadi sebulan terakhir dan kondisi ini kerap dirasakan para petani pada saat musim tanam tiba.

Dikawasan Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, meraka sedang aktif turun ke sawah kendati tanpa pupuk bersubsidi. Mengejar jadwal musim tanam menjadi pertimbangan para petani untuk turun kesawah.

Seperti yang diutarakan Muliansayah, salah seorang petani dikawasan Ingin Jaya, Aceh Besar, setiap musim turun ke sawah, para petani kembali didera kekhawatiran tidak bisa mendapatkan pupuk dengan harga murah (subsidi).

Hal serupa juga dikatakan Ramli,warga Blang Hasan Aceh Besar, tanaman padi tanpa pupuk ibarat makan tanpa ikan. “Bagi kami petani, ketersediaan pupuk paling utama terpikir saat musim tanam, sebab jika membeli pupuk non subsidi harganya bisa mencapai ratusan ribu Rupiah per sak,” ujar Ramli.

Sementara Rahman,pedagang simpang lambaro, ada di pasok pupuk pada awal bulan, tepatnya tanggal 1 desember, lebih kurang sebanyak 5 ton yang di pasok dari distributor, namun kelangkaan pupuk kerap terjadi setiap tahunnya.

Sementara itu Kabid Sapras Aceh Besar, Syahruddin S.TP: MP, mengatakan, Kelangkaan pupuk bersubsidi, itu terjadi lantaran kuota dari Pemerintah Pusat yang diberikan ke daerah tidak Mencukupi yang dibutuhkan Masyarakat petani di Aceh Besar.

Kelangkaan ini terjadi karena kuota pupuk yang diberikan kepada Aceh Besar sangat sedikit sebanyak 40 persen dari kebutuhan yang diharapkan,” tutupnya. (Ayot-Pen)