Zerotv.id – Banda Aceh – Puluhan Jurnalis yang tergabung dalam Lintas Organisasi Pers Di Aceh yang menamakan diri Jurnalis Anti Kekerasan (Jantan) menggelar aksi damai di depan Mapolda Aceh Di Banda Aceh, Kamis Pagi.  Aksi tersebut terkait peristiwa pengancaman yang dialami seorang jurnalis di Kabupaten Aceh Barat awal Januari lalu.

Membawa Sejumlah Sepanduk Bernada Kritikan, Puluhan Jurnalis mengelar aksi di pintu Pagar Mapolda Aceh. Para JurnaliS ini kesal dengan tindakan Pengusaha di Kabupaten Aceh Barat yang mengancam akan membunuh Salah Seorang Jurnalis Terkait Pemberitaan Terhadap Perusahaan Tersebut.

Peristiwa ini sedang ditangani oleh penyidik polres Aceh Barat setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi juga sudah menahan pelaku paska pelaporan tersebut hingga sekarang.

Namun ironinya, atas pengancaman yang turut memperlihatkan mirip senjata api jenis pistol ini, penyidik hanya menjerat pelaku dengan pasal 335 kuhpidana tentang perbuatan tidak menyenangkan. Sedangkan senjata yang digunakan dan diakui asli oleh pelaku pada beberapa pemberitaan Media, terakhir berubah wujud menjadi korek api atau mancis berbentuk pistol.

Atas Peristiwa Ini, selain pelaku tidak terjerat dengan penyalahgunaan senjata api, tetapi juga tidak dijerat dengan Undang-Undang No.40 Tahun 1999 Tentang PERS. padahal,sangat jelas pengancaman itu terjadi karena pemberitaan yang tayang di media Modus Aceh.

Selain itu para jurnalis ini mendesak Kapolda Aceh untuk mengawal penanganan kasus pengancaman Aidil Firmansyah, Jurnalis Modus Aceh ini, agar pelakunya dijerat dengan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, mengingat pengancaman itu berkaitan dengan pemberitaan.

Menanggapi aksi para Jurnalis ini, Perwira Penegah Pengawas (Pamenwas) Polda Aceh, Shaiful Annam, menjumpai para jurnalis dan berjanji akan meneruskan tuntutan para jurnalis tersebut ke Kapolda Aceh.

Dalam Pres Rilis yang diserahkan Kepada Polda Aceh “Kami meminta Pak Kapolda memerintahkan penyidik Polres Aceh Barat agar segera mengalihkan penanganan kasus ini dari pidana umum ke bidang pidana khusus, sesuai UU Pers yang berlaku khusus.

Juga pada pihak Kejaksaan untuk tidak menerima berkas perkara dari kepolisian apabila penyidik tidak menjerat pelaku dengan ancaman hukum sesuai yang diatur dalam UU Pers. “Meminta semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalis dan menjalankan sebagaimana diatur dalam UU Pers apabila merasa dirugikan atas sebuah pemberitaan media massa.

Merasa puas dengan janji pamenwas ini, Para Jurnalis akhir membubarkan diri dan berjanji akan kembali jika tuntutan mereka tidak terpenuhi. ( Fer )