Zerotv.id- Banda Aceh – Setelah hilang kontak dengan anak gadisnya yang bekerja di Malaysia, selama 5 tahun, seorang ayah,  warga Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara , Dengan didampingi Safaruddin SH, Ketua Yara Aceh, melaporkan ke sentra pelayanan  kepolisian terpadu ( spkt ) polda aceh. Ia menduga anaknya menjadi korban human traffiking atau perdgangan manusia.

Dengan memegang ijazah dan foto anaknya, Nurdin (70) tak kuasa menahan air mata saat menceritakan anak gadisnya yang hilang kontak selama 5 tahun di Malaysia.  Nurdin menduga anak gadisnya yang bernama Syafridawati menjadi korban human trafficking, atau perdagangan Manusia.

Sebelumnya pada Tahun 2015 lalu Syafridawati, diajak ke Malaysia oleh Mutia yang merupakan warga Langkahan Aceh  Utara, untuk bekerja dengan iming iming gaji yang besar. Namun hingga saat ini  pihak keluarga tidak pernah mendapatkan kabar dari Syafridawati.

Menurut Nurdin, Ayah Korban, Pihak keluargapun sudah melakukan pencarian memlalui komunitas orang Aceh di Malaysia, dan juga langsung menyakan kepada Mutia, selaku agen yang membawa Syafridawati di Malaysia. Namun tidak mengetahui keberadaan Syafridawati.

Merasa cemas dengan keadaan anak gadinya, Nurdin melaporkan kehilangan anaknya ke Polda Aceh. Ia berharap polisi bisa melacak keberadaan anak gadisnya yang berada di Malysia.

Hingga kini pihak keluarga masih berharap  polisi bisa menemukan anak gadisnya yang berada di negeri Jiran Itu bisa pulang kembali. (fer)