Zerotv.id – Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh yang di wakili oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Kamaruddin Andalah, menghadiri Sertijab dan Pisah Sambut Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham di halaman Kanwil Kumham, Banda Aceh, Kamis, 12/3/2020.

Zulkifli secara resmi menggantikan posisi Kakanwil Aceh yang sebelumnya dijabat oleh Lilik Sujandi selama lima bulan sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Aceh. Nantinya Lilik Sujandi akan kembali menjabat sebagai Kakanwil Kemenkumham di Sulawesi Tengah, Palu.

Dalam sambutannya Zulkifli sebagai Kakanwil Kemenkumham Aceh terbaru mengaku senang kembali dan bekerja  mengabdi untuk daerah kelahirannya. “Tiada perjalanan paling indah selain pulang ke rumah,” kata Zulkifli.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik, Kamaruddin Andalah, menghadiri pisah sambut kepala kantor wilayah Kemenkumham Aceh, Kamis 12/03/2020.

Selain itu, dalam sambutannya ia mengingatkan kepada seluruh aparatur sipil yang bernaung di bawah Kemenkumham untuk senantiasa menjaga kekompakan dan solidaritas dalam bekerja, mengingat tantangan kinerja di tahun 2020 akan semakin berat.

Ia menhungkapkan, sehebat apapun sebuah lembaga tanpa kerja tim yang solid semua itu akan sia sia. “Kerjasama tim yang solid adalah sebuah kesuksesan bagi sebuah lembaga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Zulkifli pernah menjabat sebagai Kanwil Kemenkumham Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan juga pernah mendudukki jabatan penting di Kemenkumham Jakarta.

Sementara itu, Plt Direktorat Jenderal Permasyarakatan Nugroho dalam sambutannya mengatakan saat ini seluruh Satker dan jajaran Kemenkumham sedang gencar mewujudkan proses pembangunan zona integritas wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBK-WBBM).

“Saya mulai melaksanakan tugas baru satu Minggu lalu sebagai Dirjen Pas, saya sudah berupaya luar biasa, yaitu upaya positif yang dilakukan termasuk pembangunan zona integritas,” kata Nugroho.

Pembangunan zona integritas merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional.

Seperti yang telah dilakukan Kemenkumham bersama BNN dengan mengumumkan di media bahwa telah tertangkap sekian kilogram ganja yang dikendalikan oleh napi di balik lapas rutan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu langkah awal untuk memperkuat zona interpretas.

“Dengan Ini kita harus bekerja lebih keras lagi secara bersama dan berkoordinasi dengan Polda, BNN dan pihak terkait pemberantas narkoba di dalam lapas rutan,” ujar Nugroho. [Red-Bin]