Zerotv.id – Aceh – Untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid 19), Pemerintah Aceh  mengeluarkan maklumat bersama pemberlakukan Jam malam.

Kebijakan itu dikeluarkan guna membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah pada malam hari, sehingga penyebaran virus corona dapat diputus.

Pemberlakuan jam malam tersebut mulai berlaku sejak Minggu malam dari pukul 20.30 WIB sampai dengan pukul 05.30 WIB.

Akibatnya, roda perekonomian lumpuh dan aktifitas kehidupan manusiapun terganggu, bahkan akibat virus tersebut, proses belajar mengajar terhenti.

Baca Juga : Melawan Corona Virus Samsat Aceh Hentikan Layanan

Semua kegiatan usaha seperti warung kopi/kafe, tempat makan dan minum, pasar, swalayan, mal, karoke, tempat wisata, tempat olahraga, dan angkutan umum dilarang beroperasi pada penerapan jam malam. Kecuali bagi angkutan umum yang melayani kebutuhan pokok masyarakat, dan itupun harus dilengkapi dengan surat tugas atau dokumen yang menjelaskan aktivitas kerja.

Wabah virus corona juga mengakibatkan warga disejumlah desa di Banda Aceh berinisiatif menerapkan lockdown local, guna memutus rantai corona, Seperti dikawasan desa Lambung Kecamatan Meuraxa dan Lampaseh Kota mulai melakukan lockdown local, untuk membatasi warga pendatang memasuki wilayah di gampong tersebut. Warga juga mendirikan tenda dan posko di pintu gerbang.

Baca Juga : Melawan Corona Virus Warga Inisiatif Lockdown Lokal

Setiap pendatang yang bukan warga gampong tidak diijinkan masuk untuk sementara waktu. Terutama sekali tamu dari zona atau wilayah kasus sebaran covid 19.

Sementara itu keterangan dari juru bicara posko gugus tugas covid 19  data terakhir dilaporkan jumlah orang dalam pengawasan atau ODP bertambah 151 orang dengan demikiian bertambah menjadi 567 orang, yang dinyatakan positif 1 orang warga aceh besar dan satu orang meninggal.. berikut keterangan Saifullah Abdulgani ,Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh. (Pen)