Zerotv.id – Aceh – Untuk mencegah penyebaran virus corona ( Covid 19 ) Pemerintah Aceh mengeluarkan maklumat bersama pemberlakukan Jam malam.

Kebijakan itu dikeluarkan guna membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah pada malam hari, sehingga penyebaran virus corona dapat diputus.

Pemberlakuan jam malam tersebut mulai berlaku sejak Minggu malam dari pukul 20.30 WIB sampai dengan pukul 05.30 WIB.

Baca Juga : Corona Virus Ancam Siapa Saja Aceh Berlakukan Jam Malam

7 TKA Asal China Dilarang Masuk Ke Aceh

Sementara itu 7 Orang tenaga kerja asing atau WNA asal China selasa sore Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar.

Mereka melakukan perjalanan darat langsung ke lokasi mes di Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya sekira pukul 21.00 WIB.

Warga Langkak keberatan dan mengusir pekerja WNA untuk PLTU 3-4 dari mes tersebut, namun sebelumnya tim Gugus Tugas, Muspika turun ke desa tersebut dan mereka diperiksa suhu tubuh dan kelengkapan surat.

Baca Juga : Melawan Corona Virus Warga Inisiatif Lockdown Lokal

Ternyata setelah diusir Sebanyak tujuh orang tenaga kerja asing (TKA) asal China terpaksa diterbangkan kembali ke Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Plt Gubernur Aceh Remismikan mess Tenaga Medis

Tiga gedung yang disiapkan Pemerintah Aceh untuk mess Tenaga Medis COVID-19 di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), hari ini Kamis (2/4/2020) mulai ditempati tenaga medis.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, hari ini meresmikan penggunaan gedung tersebut. Penyediaan mess atau tempat tinggal sementara tim medis ini sesuai dengan janji Nova Iriansyah, untuk mendukung fasilitas tim medis yang saat ini berjuang di garda terdepan, dalam memerangi penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Aceh.

Baca Juga : Plt. Gubernur Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Skala Provinsi Covid-19

Dalam peresmian itu, Plt Gubernur didampingi istrinya, Dyah Erti Idawati, Sekretaris Daerah Aceh,Taqwallah dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Azharuddin, mengatakan, mess atau tempat tinggal sementara itu sebagai upaya untuk memudahkan mobilitas tim medis sehingga bisa beristrahat dengan nyaman setelah bekerja menangani pasien. (Fer )