Zerotv.id – Aceh Besar – Universitas Syiah Kuala (USK) telah menetapkan kemukiman Lamteungoh Kecamatan Ingin Jaya yang terdiri dari 6 gampong sebagai mukim dan gampong binaan sejak tahun 2020 sampai tahun 2022. Salah satu program unggulan pada kegiatan tersebut adalah pengembangan pertanian padi dan palawija.

Hasil musyawarah tokoh-tokoh masyarakat kemukiman lamteungoh yang bahwa persawahan sering kekurangan air di musim tanam. Dengan hadirnya program gampong binaan maka pada tanggal 31 maret 2021 dilanjutkan pertemuan dengan pihak USK untuk merumuskan regulasi-regulasi qanun mukim dan gampong untuk pembangunan sebuah sistem pengairan dengan metode pompanisasi.

Kegiatan rancangan qanun gampong yang dihadiri oleh 10 orang tim hukum USK merupakan program pengabdian masyarakat dari USK kepada kemukiman lamteungoh.

Basri effendi, S.H.,M.H.,MK.n dari tim hukum USK menyampaikan bahwa tim hukum USK diberikan tugas untuk membuat regulasi atau aturan yang menjadi dasar untuk pelaksanaan program ini.

Basri effendi berharap agar kegiatan ini bisa menjadi pilot projek bukan hanya untuk mukim lamteungoh saja,  tetapi juga untuk aceh besar bahkan seluruh aceh.

Imum mukim lamteungoh,  Zulkiram HS Basri mengatakan bahwa pertemuan dengan tim hukum USK menyangkut dengan adanya satu program yang fundemental yaitu pompanisasi untuk mengairi sawah seluas 580 H, rencana yang dimaksud adalah menyangkut kebutuhan anggaran.

Geuchik gampong bada,  khulaimi mengatakan sangat bersyukur dan sangat kami harapkan kegiatan ini karena kebutuhan qanun ini sangat perlu untuk gampong kami dalam menerapkan aturan-aturan kepada warga. [Red-Ayu]